TEKNOLOGI PANGAN DAN GIZI

Nama    :    Priska Anggun Damartiasari

NIM     :    1022201017

Prodi    :    S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H. Thamrin

Tugas    :    Mata Kuliah Komputer Dasar

Dosen   :    Irwan Abdullah, S.Kom., MM


PENTINGNYA TEKNOLOGI DALAM GIZI PANGAN

     Teknologi tidak bisa dipisahakan lagi dari kehidupan manusia, mengapa demikian ? tentu saja karena teknologui akan memudahkan pekerjaan manusia, praktis, dan higienis. Serta mampu menetralisir kerugian dan memperoleh keuntungan nagi suaru perusahaan. Di zaman modern dan canggih ini mesin merupakan salah satu cara alternatif dalam proses kemajuan hidup manusia. Bahkan hampir setiap hari, kehidupan manusia tidak jauh dari teknologi. Zaman dulu memasak nasi  hanya mengunakan dandang, sedangkan sekarang tercipta sebuah alat bernama Rice Cooker. Dahulu memasak hanya menggunakan kayu bakar dan tungku sedangkan sekarang menggunakan kompor gas. Saat ini, perkembangan teknologi informasi di Indonesia ergolong pesat. Ditambah harga penjualan yang terjangkau menjadi faktor utamanya.

    Teknologi pangan sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan ilmu pengetahuan tentang bahan pangan khususnya setelah panen menggunakan teknologi yang tepat untuk memperoleh manfaat semaksimal mungkin sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pangan tersebut. Dalam teknologi pangan, dipelajari sifat fisik, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Spesialisasinya beragam, di antaranya pemrosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan sebagainya.

    Teknologi pangan ini, kini sedang mulai banyak digemari. Mengapa ? Karena teknologi ini memberikan banyak ilmu yang bermanfaat, terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan bahan pangannya. Teknologi pangan mengajarkan  untuk mengolah dan memproses bahan pangan mengunakan teknologi sehingga nantinya bahan pangan tersebut bisa menjadi produk yang bernilai guna tinggi serta bernilai jual yang lebih tinggi. Di sisi lain, bahan pangan akan memiliki nilai gizi yang baik dan layak untuk dikonsumsi.

    Adanya teknologi pangan sangat mempengaruhi ketersediaan pangan. Alam menghasilkan bahan pangan secara berkala, sementara kebutuhan manusia akan pangan adalah rutin. Kita tidak mungkin menunda kebutuhan hingga masa panen tiba. Oleh karena itu, terciptalah teknologi pengawetan sehingga makanan dapat disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Teknik pengawetan juga memungkinkan untuk mendistribusikan bahan pangan secara merata ke seluruh penjuru dunia. Sehingga manusia bisa menikmati makanan khas dari daerah bahkan negara lain.

       Selain itu, dengan adanya teknologi pangan sangatlah bermanfaat. Apa saja manfaatnya ? yaitu bisa Membuat makanan memiliki masa kadaluwarsa yang lebih panjang. Teknologi pangan seringkali membuat bahan pangan satu diolah menjadi bahan pangan lain yang kemudian memiliki masa kadaluwarsa yang lebih panjang. Misalnya saja produk pangan yang berasal dari susu yang kemudian diolah sedemikian rupa dan dikemas dengan baik sehingga menjadi produk lain seperti keju dan yoghurt yang dapat bertahan lama. Contoh lain adalah susu yang kemudian diolah menjadi susu bubuk atau susu dalam kemasan yang kita tahu memiliki masa kadaluwarsa lebih panjang jika dibandingkan dengan susu yang tidak melalui proses apapun. Hal ini akan membuat produk tersebut dapat didistribusikan ke berbagai tempat yang artinya akan lebih banyak orang yang bisa menikmati produk tersebut.

    Membuat nutrisi sebuah makanan terkunci dengan baik. Selain membuat sebuah produk makanan memiliki masa kadaluwarsa yang lebih panjang, teknologi pangan juga memungkinkan sebuah produk makanan tetap memiliki nilai gizi yang  baik meskipun sudah diolah sedemikian rupa. Contohnya seperti ikan dalam kemasan dimana ikan diawetkan dan dikemas dengan cara tertentu yang efektif, tidak berbahaya bagi tubuh manusia, dan membuat ikan tetap memiliki gizi yang terjaga dengan baik.

    Menghilangkan bakteri atau penyakit dari bahan pangan. Manfaat lain dari aplikasi ilmu teknologi pangan adalah membuat bakteri atau penyakit lain yang mungkin ada disebuh bahan pangan bisa dimusnahkan. Hal ini karena adanya teknologi pemanasan tingkat tinggi atau teknologi lainnya yang memang dapat membunuh mikroorganisme berbahaya dalam sebuah bahan pangan. Misalnya saja pengolahan susu dengan teknologi pasteurisasi atau UHT (Ultra High Temperature) . Cara ini sangat ampuh untuk membunuh bakteri berbahaya pada susu sehingga nantinya susu akan terbebas dari bahan berbahaya dan bisa bertahan dengan lama pula. Ditambah lagi dengan pengemasan khusus maka produk susu ini akan semakin berkualitas.

      Semakin praktis untuk menyantap makanan. Teknologi pangan tak hanya mengajarkan mengenai bagaimana cara untuk bisa mengolah bahan pangan tertentu menjadi produk lain yang berkualitas dan juga memiliki gizi yang baik. Namun, diajarkan pula tentang cara untuk mengemas produk dengan baik dan tepat sehingga nantinya produk akan awet dan tidak rusak meskipun harus dikirim ke berbagai tempat dengan jarak yang jauh. Cara ini juga membuat manusia bisa menyantap berbagai jenis makanan dengan lebih praktis dibandingkan dengan jaman dahulu. Sebagai contohnya adalah ikan kalengan atau sarden, buah kalengan, nugget, daging kepiting kalengan, dan lain sebagainya dimana masyarakat bisa membelinya langsung di supermarket dan mengolahnya dengan mudah.

     Membuat nutrisi pangan menjadi meningkat. Selain menjaga gizi bahan pangan, teknologi pangan juga dapat membuat gizi yang ada di dalam sebuah bahan pangan menjadi meningkat. Caranya adalah dengan teknik fortifikasi atau penambahan gizi pada makanan. Contoh dari pemanfaatkan teknologi pangan berupa teknik fortifikasi ini adalah pada garam dapur. Seringkali garam dapur melalui proses fortifikasi yodium dimana zat ini sangat penting untuk menjauhkan manusia dari berbagai penyakit seperti penyakit gondok. Contoh lainnya  adalah pada produk susu dan jus yang mengalami proses fortifikasi kalsium sehingga nantinya produk minuma tersebut akan lebih sehat dan bermanfaat khususnya bagi pertumbuhan tulang serta gigi. Ini artinya, gizi di dalam bahan tersebut tidak hanya tetap terkunci dengan baik, namun justru bertambah dan memberikan manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Mengurangi kerugian karena sisa bahan pangan yang terlalu banyak. Teknologi pangan akan mengajarkan pula tentang bagaimana cara untuk dapat memanfaatkan sebuah bahan pangan sehingga nantinya tidak terlalu banyak bagian yang terbuang atau dengan arti kata lain tidak akan menyisakan terlalu banyak sisa bahan makanan. Misalnya saja adalah produk yabf berasal dari sapi. Selain bisa diambil daging dan juga susunya, maka manfaatkan bahan lainnya jikamemang masih bisa. Seperti contohnya adalah bagian kulit yang bisa diolah menjadi berbagai produk seperti selaput gendang pada bedug, krupuk kulit, barang barang seni, dan lain sebagainya. Tulangnya pun masih bisa diolah menjadi kaldu dan lainnya. Dengan cara ini, maka tidak akan mendapatkan kerugian yang terlalu besar. Justru sebalknya, akan memperoleh keuntungan yang banyak.


Komentar

Posting Komentar